Senin, 10 Mei 2010

Overclock Yuk!

Meski sudah banyak yang memperaktekan, bagi sebagian orang overclocking masih menakutkan. Padahal peningkatan kinerja yang terjadi terbilang lumayan. Yuk, mainan overclock!


OVERCLOCK pada dasarnya adalah meningkatkan frekuensi kerja komponen di atas standarnya. Analogi mirip seperti seorang pelari yang disuruh berlari 10 putaran per menit, padahal biasanya 5 putaran permenit.

Memangnya bisa ya dipaksa kerja lebih keras seperti itu? Bisa saja. Pasalnya penentuan frekuensi standar oleh pembuat komponen adalah pada batas aman, bukan batas maksimal komponen tersebut. Jadi ketika Intel mengeset sebuah prosesor pada frekuensi 2.6 GHz, Intel sudah menjamin 'prosesor ini pasti berjalan stabil di frekuensi 2.6 GHz'. Namun di luar batas aman tersebut, sebernarnya ada batas atas yang masih bisa ditembus. Selain itu, penentuan batas aman dilakukan dengan asumsi prosesor menggunakan pendingin standar. Jika pendinginnya lebih serius, performanya pun bisa lebih dipompa lagi. Nah, batas inilah yang bisa dieksploitasi dengan teknik overclock.



Prosesor: Tinggal FSB
SEKEDAR MENGINGATKAN, kecepatan prosesor adalah hasil perkalian multiplier dengan frekuensi FSB (Front Side Bus). Misalkan prosessor Intel Core i7 980X Extreme Edition yang memiliki kecepatan 3.33 GHz, dengan frekuensi FSB sebesar 133.32 MHz dan multiplier 25x (133.32 MHz x 25 = 3333 MHz). Jadi untuk meningkatkan kecepatan prosesor, parameter yang kita ubah adalah multiplier dan frekuensi FSB. Sayangnya sekarang sebagian besar prosesor sudah dikunci multipliernya. Ada sih yang tidak dikunci, namun hanya prosesor kelas premium seperti Intel Core i7 Extreme Edition, atau AMD FX Black Edition. Jadi selain prosesor kelas premium tersebut, kita cuma bisa mengubah frekuensi FSB.

Namun perlu dicatat, nilai FSB tidak cuma berkaitan dengan prosesor, namun juga motherboard dan memori. Jadi perubahan FSB akan berpengaruh ke motherboard dan memori (dan di sinilah peran motherboard dan memori yang berkualitas menjadi penting)

seperti pada gambar disamping menunjukan penggunaan prosesor kelas premium milik Intel (Intel Core i7 975 Extreme Edition). Pada prosesor ini, selain mengubah frekuensi FSB, kita juga bisa mengubah multiplier prosesor

Bagaimana cara menaikan frekuensi prosesor? Mudah saja, yaitu melalui BIOS. Belakangan ini juga ada aplikasi yang berfungsi mengubah frekuensi FSB dan berjalan di Windows, sehingga kita tidak perlu masuk BIOS untuk melakukan proses tweaking. Contohnya adalah SetFSB atau aplikasi khusus dari produsen motherboard seperti Asus Ai Tuner atau Gigabyte Easy Tune. Namum menurut saya, pergantian via BIOS masih lebih akurat.

Menu untuk mengganti frekuensi beragam, namun biasanya ada di menu Advanced Setting atau sejenisnya. Biasanya Anda harus mengubah dulu setting prosesor ke manual supaya menu frekuensi bisa diubah-ubah. Nah, tinggal ubah saja frekuensinya. Tentunya tidak membabi-buta. Naikan 5-10 MHz dulu, lalu uji dulu kestabilannya dengan masuk Windows dan menjalankan aplikasi berat. Juka lolos uji kestabilan, Anda bisa masuk BIOS lagi dan naikkan frekuensinya per 5-10 MHz lagi. Setelah itu uji lagi kestabilannya. Lakukan siklus itu berulang-ulang sampai sistem menjadi tidak stabil (restart atau hang)

Jika sudah tidak stabil berarti sudah mentok? Tidak juga. Kemampuan prosesor bisa ditingkatkan lagi jika kita memberi "doping" berupa penambahan voltase. Namun namanya juga doping, pemberian voltase tidak boleh berlebihan yang justru akan merusak prosesor.


Memori: Timing dan Frekuensi

KECEPATAN MEMORI ditentukan oleh dua parameter, yaitu frekuensi dan timing. Definisi frekuensi memori sama seperti prosesor, yaitu banyaknya pekerjaan yang dapat dilakukannya per detiknya. Sedangkan timing adalah kecepatan membaca/menulis data di dalam memori (yang tersusun dalam kolom dan baris). Ada banyak parameter yang menentukan timing, namun yang paling penting adalah:
- Cas Latency (Cas atau CL),
- Ras-to-Cas Delay (tRCD),
- Ras Precharge (tRP),
- Active to Precharge Delay (tRAS), dan
- Command Rate (CMD atau CR)

CAS Latency (CL) - mungkin merupakan konfigurasi paling umum penundaan.Ini menetapkan jumlah clock cycles bus yang berlalu setelah perintah CPU dial aktivasi mometu kolom untuk mentransfer data ke dalam buffer memori dalam controller.Memiliki dampak yang cukup besar pada produktivitas, terutama bagi pemain yang mengaku agama 3DMark dan Quake III.Dalam kasus DDR modul, rasio ini biasanya 2,5 dan mengaturnya agar berada dalam kisaran 2,0-3,0 (meskipun dalam beberapa board adalah mungkin untuk mengatur CL1.5 dan CL1), jika kita dapat mengatur CL2 atau SDR'ów biasanya CL3.

tRCD - Sisa RCD (RAS to CAS delay) menentukan berapa banyak siklus jam diperlukan setelah CAS dan menemukan perintah dalam cara, kolom yang diperlukan untuk melaksanakan suatu beban RAS.Pengaturan rendah, hal itu memberikan kecil tapi terlihat 'menendang' sistem.

tRAS - Sisa RAS (Row Address Strobe) menentukan jumlah siklus yang diperlukan untuk menjalankan perintah untuk mengaktifkan salah satu bank memori sebelum memuat baris alamat dapat dilaksanakan.Dalam sendiri tidak memberi terlalu banyak dari keuntungan produktivitas dengan pengaturan ketat.
tRP - Parameter RP (RAS Precharger) adalah jumlah clock cycles seperti yang diperlukan bagi pemulihan keadaan awal, menutup bank atau jumlah siklus yang dibutuhkan untuk paging memori sebelum mengaktifkan perintah bank lain.Juga, tidak ada dampak pada kinerja semestinya.

Frekuensi dan timing memori sudah diatur dari 'sononya' oleh pabrikan memori. Untuk timing disusun dengan urutan:
"CAS-tRCD-tRP-tRAS-CMD"

Jadi juka Anda melihat memori mencantumkan deretan angkat 3-3-3-5-2T, maka memori tersebut memiliki CAS latency 3, RAS-to-CAS Delay 3, dan seterusnya.

Namun timing dan frekuensi dan timing memiliki hubungan terbalik. Ketika timing diperketat, frekuensi tidak bisa dipaksa bekerja tinggi. Sebaliknya, ketika frekuensi tinggi, timing harus longgar. Hanya memori kelas atas (dan mahal) saja kita bisa mendapatkan timing ketat yang dibarengi frekuensi tinggi.

Jadi pada proses overclock, metode untuk meningkatkan kecepatan ada dua: memperketat timing atau meningkatkan frekuensi. Mana yang dipilih? tergantung prosesor yang Anda gunakan. Sistem kerja prosesor AMD lebih cocok dengan timing ketat, sementara prosesor Intel lebih memilih frekuensi tinggi meski berarti timing yang longgar. Ambil contoh jika anda menggunakan prosesor Intel yang dipadankan dengan memori DDR2 800MHz (PC2-6400) dengan timing 5-5-5-15-1T. Ketika frekuensi memori ditingkatkan menjadi 1000MHz, sistem tidak stabil. Pada kasus ini , Anda bisa longgarkan timing menjadi 7-7-7-18-2T. Ketika timing dilonggarkan, memori lebih fleksibel untuk ditingkatkan frekuensinya.

Timing dan frekuensi memori dilakukan di dalam BIOS, biasanya dibawah menu Advanced Setting. Ada pula program bantu seperti MemSet yang bisa mengubah frekuensi dan timing memori di dalam Windows.
Namun perlu dicatat mengubah frekuensi memori tidak sebebas mengubah frekuensi prosesor. Biasanya pilihan yang tersedia memiliki perbandingan atau rasio khusus dengan FSB, seperti 1:1, 1:2, atau 1:4. Ambil contoh pada motherboard Asus Maximus Formula, jika FSB yang digunakan 266 MHz, frekuensi memori yang tersedia adalah 533 MHz (1:2), 667 MHz (2:5), 800 MHz (1:3), dan 4 pilihan lainnya. Menu ini termasuk lengkap karena biasanya di motherboard lain cuma tersedia 3-4 rasio saja.

Sama seperti prosesor, memori juga bisa diberi doping melalui peningkatan voltase. Voltase standar untuk DDR2 adalah 1,8 volt, dan batas aman doping voltase adalah sampai 2,2 - 2,3 vold. Jika timing sudah longgar, voltase sudah dinaikan, dan memori tetap tidak stabil, maka disanalah batas atas memori tersebut.


Kartu Grafis: Awas Panas!
SELAIN TEKNOLOGI yang digunakan pada core GPU dan interface yang digunakan pada memori lokalnya, performa kartu grafis juga ditentukan oleh clock speed si core dan memori grafis itu sendiri. Yang paling umum dilakukan oleh pengguna ketika akan menggenjot kinerja kartu grafis adalah menaikan frekuensi core dari kartu grafis dan yang kedua adalah menaikan clock speed dari memori lokalnya

Secara standar, metode yang biasa digunakan untuk melakukan overclocking pada VGA adalah dengan mengguakan software tweaker khusus VGA, dan kalau perlu tools untuk mengedit BIOS VGA. Tentunya software uji untuk menguji sang kartu grafis secara penih diperlukan untuk mengetahui apakah overclock yang dilakukan masih pada batas kemampuan VGA tersebut.

Untuk core clock, VGA yang dijual saat ini masih dapat dioverclock secara aman hingga kisaran 5-20 persen. Tergantung chip VGA yang digunakan dan pendinginan yang disediakan oleh produsen VGA tersebut untuk core grafis yang ada. Meski ada juga VGA yang tidak bisa dinaikan lagi karena berbagai alasan. Biasanya, kartu grafis yang nyaman untuk dioverclock adalah kartu grafis yang ditujukan untuk segmen menengah, ataupun versi mengengah dari VGA high end. Contohnya untuk seri GeForce 9800, VGA yang menarik untuk dioverclock adalah seri 9800 GT bukan seri 9800 GTX atau bahkan 9800 GTX+. Mengapa? karena kartu grafis kelas ultimate/teratas dari teratas sudah di set dengan frekuensi terbaiknya, jadi overclocking sudah terasa tidak banyak yang dapat dilakukan lagi. Lagipula kalaupun dipaksakan, tidak akan terasa peningkatkan yang signiftikan atau bahkan akan merusak kartu grafis yang bersangkutan. Sehingga Anda harus menukarkan kartu grafis Anda dengan yang baru. Akan tetapi kartu grafis yang rusak karena overclocking tidak akan mau diganti oleh toko kecuali Anda membohongi toko tersebut.


Untuk memori grafis, saat ini VGA yang beredar sudah menggunakan memori yang di khususkan untuk grafik, yaitu Graphic Double Data Rate Memory (GDDR memory). Saat ini juga masih beredar yang menggunakan memori RAM standar. Kebanyakan memori grafik menggunakan GDDR2 atau GDDR3, masih jarang sekali ditemukan kartu grafik dengan memori GDDR4 ataupun GDDR5. Kelebihan memori yang lebih baru adalah kemampuannya untuk bekerja pada clock yang lebih tinggi akan tetapi dengan suhu kerja yang lebih rendah. Untuk memori grafis kelas mainstream masih bisa dinaikkan frekuensinya sampai 25 persen dengan aman. Tetapi untuk VGA kelas high end biasanya kurang dari itu, dikarenakan VGA kelas atas sudah diset pada clock maksimalnya.

Bila sudah didapatkan clock speed optimal (konsdisi teroverclock tetapi masih tetap stabil untuk memainkan game atau menjalakan software benchmark 3D tanpa artifak), menggunakan software overclock VGA tersebut Anda bisa menyimpan settingnya agar selalu di-load ketika memulai sistem operaso. Atau anda juga bisa membuatnya permanen dengan mengubah informasi clock speed core dan memory VGA menggunakan software BIOS editor. Tetapi,  ingat! Awas panas!


continued.. (next: motherboard, overclocking tips, overclocking tools!) 

Minggu, 17 Januari 2010

A wallpaper dedicated for James Owen Sullivan

Gambar ini diedit oleh Ahmad Fathlillah, dibuat untuk menghormati James Owen Sullivan atau lebih dikenal dengan nama panggungnya The Reverend Tholomew Plague atau disebut The Rev saja

The Rev merupakan drummer Avenged Sevenfold (A7X) yang telah berkecimpung didunia musik sejak tahun 1999. The Rev juga merupakan vokalis di proyek sampingannya bersama Brian Elwin Haner, Jr. (Synyster Gates) yaitu Pinkly Smooth yang hanya mengeluarkan satu album yang berjudul Unfortunate Snort. Proyek ini tidak pernah dilanjutkan kembali.

The Rev juga merupakan pendiri dari Avenged Sevenfold, bersama Matthew Charles Sanders (M. Shadow), Zachary James Baker (Zacky Vengeance), Matt Wendt.

The Rev meninggal pada tanggal 28 Desember 2009, pihak managemen The Rev mengatakan bahwa penyebab kematian The Rev disebabkan oleh sebab alami (atau "Sudah Umurnya" dalam bahasa kita), akan tetapi proses otopsi belum selesai, dan proses-proses berikutnya masih menunggu hasilnya.

The Rev juga merupakan backing-vocal dari Avenged Sevenfold, suaranya diperdengarkan pada album Avenged Sevenfold pada lagu "A Little Pieces of Heaven", "Almost Easy", "Brompton Cocktail", "Gunslinger", "Lost", dan "Afterlife". The Rev juga menunjukan kebolehannya menulis lagu, lagu yang ditulis oleh The Rev berjudul "A Little Pieces of Heaven". The Rev juga memainkan banyak alat musik lainnya selain alat perkusi drum

The Rev juga merupakan penulis utama lagu "Almost Easy", "A Little Pieces of Heaven", "Brompton Cocktail", dan "Afterlife" yang dimasukan kedalam album Avenged Sevenfold (self-titled album)



Wallpaper untuk mengenang The Rev:



ukuran : 1440 x 900 pixels
format : JPEG
rasio : 16 : 10

untuk mendownload: klik pada gambar, tunggu sampai gambar selesai di-load oleh browser anda. Setelah selesai, klik kanan pada gambar dan klik Save Picture As.

atau, klik kanan pada link dibawah, dan pilih Save Target As
Klik Link ini untuk mendownload Gambar/Wallpaper

untuk rasio resolusi lain (16:9, 4:3, 5:4) belum tersedia untuk saat ini.

-----------------------------------------------------------------------------


Anda diperbolehkan untuk: Mengambil gambar, mendistribusikan ulang gambar, untuk mengadaptasi gambar.
Anda dilarang untuk: mengedit/memodifikasi gambar
Anda harus menyertakan darimana asal gambar dan memasukan nama pembuatnya

Selasa, 12 Januari 2010

Beautiful Firefox

membuat glass effect pada Mozilla Firefox 3.5. gampang aja caranya ga ribet. Yang diperluin cuma 2 kok
  • Yang penting lo punya Microsoft Windows Vista atau Windows 7 dengan penggunaan fitur Aero
  • Mozilla Firefox 3.5
Berikut pratinjaunya:

Gimana? Bagus kan?
Pada dasarnya fungsi ini tidak didukung oleh Mozilla Firefox itu sendiri, jadi mari kita gunakan perangkat tambahan yang dapat didownload di Situs Resmi Add-On Firefox.

Jika ingin menggunakan fitur langsung dari Firefox dapat menggunakan menu Tools/Add-ons maka akan muncul layar dialog Add-On. Pada kotak ini lo dapat mencari plug-in yang dapat digunakan pada Firefox versi yang digunakan.



Nah pada kotak tersebut ada entri Search All Add-ons maka ketik disitu "All Glass", maka akan muncul GlasserPojo sebagai pilihan pertama. Bisa sih menggunakan ini, tapi fitur Aero-nya masih kurang full, maka scroll kotak dialog ini kebawah dan klik See all results.

Maka dengan begitu akan membuka tab baru pada Firefox, scroll kebawah pada tab baru ini dan pilih add-on All-Glass Firefox mod, based on Glasser. Karena ini merupakan sebuah add-on eksperimental maka diperingatkan oleh Mozilla sendiri untuk hati-hati dalam menggunakannya. Centang pada pilihan Let me install this experimental add-on. Dan klik + Add to Firefox (Windows)








Maka akan muncul kotak dialog dimana dimintai verifikasi installasi add-on. Disini diperingatkan bahwa hanya install add-on yang dipercaya karena add-on sembarang mengandung konten-konten berbahaya yang dapat merusak komputer

Jika sudah yakin ingin menginstall. klik Install Now




Jika proses installasi telah selesai maka Firefox akan meminta untuk di restart/mulai ulang. Klik Restart Firefox untuk memulai ulang segera Firefox.

Semua step telah dijalani, dan lihatlah perubahan pada Firefox. Akan lebih cantik jika ditambahkan tema Classic Windows7 karena terlihat lebih cocok dengan frame-glass-nya

Setelah itu Firefox akan berubah menjadi seperti pratinjau diatas.


PENTING: Penggunaan add-on hanya dapat dilakukan pada sistem operasi berbasis Windows. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, disarankan menggunakan Windows Vista atau Windows 7. Untuk pengguna Linux atau MacOS-X, untuk sementara ini tidak ada add-on yang tersedia dari tutorial ini.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Mozilla Firefox is registered trademark of Mozilla Foundation. Copyright © 2009 Mozilla Foundation. All Rights Reserved. All add-on listed or mentioned above is registered trademark of their respective owners. This blog is created by Ahmad Fathlillah which is copyrighted. If you want to copy this blog or its post (may partial copy or whole post) you should contact me before.

Tes Kompabilitas Windows 7

Baru-baru ini Windows 7 meluncurkan sistem operasi barunya, yaitu Windows 7. Windows 7 sudah membuat dunia TI penasaran dengan kehadiran sistem operasi baru ini sejak masih tahap pengembangannya. Dan sekarang Windows 7 sudah diperjual belikan dalam tahap akhir (Windows 7 Version 6.1 Build 7600).

Satu kemudahan yang diberikan Microsoft untuk memeriksa kompabilitas komputer dengan Windows 7 dengan menggunakan Windows 7 Upgrade Advisor yang dapat Anda unduh disini

Setelah Anda mengunduh Windows 7 Upgrade Advisor maka Anda dapat segera menginstalnya kedalam komputer Anda dan melakukan test ini.





Windows 7 Upgrade Advisor memeriksa seluruh kompabilitas, mulai dari kompabilitas sistem komputer Anda, hingga perangkat lunak yang Anda gunakan dalam komputer Anda.

Sebelum Anda memulai pemeriksaan pastikan Anda telah memasukan seluruh perangkat keras yang ada agar perangkat lunak ini juga memeriksanya.

Jika anda sudah siap, klik Start Check






Maka proses pemeriksaan akan segera dimulai, Pemeriksaan berlangsung lama, anda dapat meneruskan pekerjaan Anda saat proses pemeriksaan. Anda juga dapat membatalkan proses pemeriksaan ini dengan menekan tombol Cancel.

Ketika proses selesai, maka akan muncul jendela Windows 7 Upgrade Advisor seperti gambar dibawah:








Dari contoh hasil pemeriksaan diatas menyatakan komputer yang saya gunakan kompatibel dengan Windows 7. Gambar tersebut bukanlah sebuah acuan bagi Anda, karena ini hanyalah sebuah ilustrasi. Jika komputer anda tidak dapat menjalankan Windows 7 maka sebaiknya anda tidak menggunakan Windows 7 dan tetap menggunakan versi Windows yang anda gunakan.

System

Most complete Windows 7 is installed – Dijelaskan disini bahwa edisi Windows 7 yang saya gunakan adalah edisi Windows 7 Ultimate, dalam kategori ini Anda dapat menentukan edisi Windows 7 apakah yang anda akan gunakan.

4 system requirements passed – Disini dijelaskan bahwa komputer saya lulus dari standar minimal sistem yang ditentukan Microsoft untuk dapat menjalankan Windows 7. Klik See all system requirements untuk melihat lebih lanjut.



Windows Aero support – Windows Aero merupakan sistem antar-muka dari Windows 7. Aero merupakan singkatan dari Authentic, Energetic, Reflective, and Open. Aero memiliki fitur antar-muka dengan jendela kaca (glass) sehingga mempercantik tampilan dan fitur-fitur seperti Aero Peek yang membuat anda dapat mengintip isi desktop saja, Aero Snap dimana anda dapat membesarkan sebuah jendela hanya dengan mementokan jendela ke sisi layar, Aero Shake untuk meminimalkan jendela dengan hanya mengocoknya saja.

CPU Speed – Windows 7 membutuhkan setidaknya prosesor dengan kecepatan 1 GHz, karena prosesor yang saya gunakan berkecepatan 3.6 GHz, maka tes ini dinyatakan kompatibel

Besaran RAM – Windows 7 membutuhkan RAM setidaknya 1 GB untuk operasi minimal, dan 2 GB untuk 64-bit. Karena RAM yang saya gunakan 4.0 GB, maka tes ini dinyatakan kompatibel.


Besar hard-disk – Windows 7 membutuhkan 16 GB ruang penyimpanan diska bebas. Untuk versi 64-bit Windows 7 membutuhkan 20 GB

Devices
Disini Anda diberitahukan daftar perangkat keras yang sudah kompatibel dengan Windows 7. Berikut ilustrasinya:






Dari ilustrasi diatas, Anda dapat mengetahui bahwa seluruh perangkat keras yang digunakan kompatibel dengan Windows 7

Programs
Disini Anda dapat melihat aplikasi apa sajakah yang telah didukung oleh Windows 7. Anda dapat mengetahui aplikasi tersebut kompatibel dengan Windows 7 atau tidak. Jika tidak, sebaiknya anda segera menguhubungi pabrik dari aplikasi tersebut dan meminta pemutakhiran.
  







Butuh informasi lebih lanjut tentang Windows 7? Silakan kunjungi halaman web berikut: http://www.microsoft.com/windows/windows-7/

92's Corner Team

92's corner history

Pembukaan

Dibuat untuk memenuhi tugas TIK, membuat blog oleh Bpk. Agus Rahmaddi

Kelompok kami diterdiri dari:
1. Muhammad Wahid Januar Pribadi (26)
2. Muhammad Fathlillah (29)
3. Rio Putra Hadianto
4. Tubagus Irfan Hakim

Blog kami mengambil tema: Teknologi

Insya Allah kami akan terus mengisi blog ini dengan postingan bermanfaat.
Terima Kasih